Kalimat Pembuka dalam Menulis

Kalimat Pembuka dalam Menulis

“Sebenarnya saya mempunyai banyak sekali ide. Tetapi saya selalu kesulitan untuk memulai menulis. Saya kesulitan membuat kalimat pembuka.”

Itu adalah bagian dialog saya dengan seorang gadis asal Kalimantan melalui Yahoo! Messenger beberapa waktu lalu. Seperti biasanya, setiap keingintahuan yang terkait dengan hal ikhwal penulisan, selalu menggelisahkan saya. Selanjutnya, berupaya mencarikan alternatif jawabannya.

Bagaimana membuat kalimat pembuka?

Kita langsung masuk pada contoh saja ya? Biar lebih mudah. Satu misal, saya ingin menulis sebuah artikel tentang “kebahagiaan”. Bagaimana contoh implementasi kalimat pembukanya? Ada dua macam. Kita bisa mulai dengan bertanya atau dengan bercerita (memberikan deskripsi tentang sesuatu).

  1. Mulai dengan “bertanya”

Bertanya kepada pembaca sama halnya dengan menciptakan kontak batin. Dampaknya sangat bagus. Perasaan pembaca menjadi lebih nyaman. Mengapa? Karena sejak awal, kita sudah mengundang mereka untuk terlibat akrab, masuk ke dalam topik/pesan yang sedang kita sampaikan.

Bertanya tentang APA?

Tentang keadaan pembaca:

Pada tulisan yang sifatnya informal ringan, kita bisa menyapa/bertanya dengan kalimat bernada ceria, tentang keadaan pembaca. Misalnya:

Hai! Apa kabar? Saya yakin Anda sehat. Jika tidak, Anda tak mungkin berada di sini, bukan? Kali ini Anda dan saya sedang membahas tentang….

Hai! Apakah Anda sedang bahagia hari ini? Atau gelisah? Sedih? Kecewa karena ditinggalkan oleh seseorang yang Anda cintai? Nah! Itulah topik tulisan hari ini, yang khusus saya persembahkan untuk Anda. Ya! Kebahagiaan. “The happines”, menurut pakar psikologi X, adalah….

Tentang KATA KUNCI

Pernahkah Anda merasakan kesedihan yang mendalam? Kali ini, kita pasti sependapat bahwa kita tidak perlu membahas soal kesedihan. Mengapa? Sebab kesedihan hanya akan menimbulkan penderitaan. Pada kesempatan ini, Anda dan saya akan membahas lawan kata dari kesedihan dan penderitaan. Apakah itu? Ya! Kebahagiaan. Seperti kita ketahui, kebahagiaan adalah….

“Kebahagiaan”. Pernahkah Anda mengalami kebahagiaan yang sangat? Pernahkah Anda merasa sangat bahagia? Cobalah ingat-ingat momen itu! Apa yang sedang terjadi kepada Anda sehingga Anda merasakan kebahagiaan yang amat sangat itu?

  1. Mulai dengan “bercerita/deskripsi”

Kita bisa mengawali tulisan dengan bercerita. Cerita atau deskripsi itu bisa berupa kisah kejadian yang menjadikan kita merasa harus menuliskan topik tersebut. Lalu kita fokuskan kepada “kata kunci” atau topik yang akan kita tulis atau bahas. Berikut contohnya:

Kira-kira sebulan lalu, saya bertemu seorang sahabat lama. Sejak perpisahan SMA itu, sudah dua tahun kami tidak saling bertemu. Namanya Sutia. Saya hampir tak mengenalinya,  sebab wajah dan sosoknya berubah drastis. Dulu ia adalah gadis tercantik di kelas kami. Tidak hanya cantik, tetapi ia juga pintar, cerdas, ramah, pandai bergaul dan selalu ceria. Keadaan yang saya lihat waktu itu adalah sebaliknya. Saya merasa ada sesuatu yang aneh.  Badannya kurus. Rambut dan mukanya pun kusam. Sepertinya ia tidak lagi suka merawat dirinya. Ketika saya ingin lebih lama berbincang dengannya, ia menghindar, buru-buru pamit meninggalkan saya. Saya kira ada sesuatu yang  sengaja disembunyikan. Dan itu pastilah sesuatu yang tidak membahagiakan. Tidak bermaksud su’udzon, tetapi saya dapat merasakannya. Sepertinya Sutia memang sedang tidak bahagia….

Suatu ketika saya pernah bertanya kepada seorang kawan. Ratna namanya. “Rat, kira-kira saya boleh tahu nggak, apa yang kau cari dalam hidupmu?” Dia menjawab, “Aku ingin sehat dan bahagia.” Sehat dan bahagia. Dua kata ini membuat kami sempat berdebat cukup lama. Menurut Ratna, sehat itu belum tentu bahagia dan sebaliknya, bahagia itu belum tentu sehat. Sedang menurut saya, kebahagiaan itu tergantung kepada kesyukuran.

Ia hanya merupakan efek dari rasa syukur.  Rasa syukur atas kesehatan yang dianugerahkanNya dapat membuat seseorang merasa bahagia. Jadi, secara seri, urut-urutannya begini, (1) SEHAT (atau apapun keadaannya),  (2) SYUKUR,  (3) BAHAGIA.  Saya sulit memahami mengapa Ratna mendudukkan kata sehat dan bahagia itu secara paralel (bukan seri). Sehat dan bahagia, “harus paralel, satu paket”, katanya. Nah, inilah topik menarik kita kali ini….

Bagaimana? Itu tadi hanya beberapa contoh. Tentu saja kita dapat mengkreasi lebih beragam lagi model kalimat pembuka.

Apapun modelnya, setelah membuka dengan kalimat pembuka, kita harus tetap fokus kepada topik dan jangan lupa! Muara tulisan Anda harus dijaga. Muara tulisan? Ya! Apakah muara tulisan itu? Ini akan menjadi topik kita berikutnya. Salam!

Tips Menumbuhkan Kebiasaan Menulis Artikel

Tips Menumbuhkan Kebiasaan Menulis Artikel

Mungkin artikel model begini sudah yang ke-sekian kali saya tulis. Pada banyak artikel sebelumnya sudah sering saya bahas aneka tips dan trik menulis artikel blog. Tapi anehnya, masih banyak kawan-kawan blogger yang kesulitan meng-update blog secara rutin. Ada saja alasannya. Kalau nggak sibuk kuliah atau kerja, biasanya sibuk jalan-jalan ke mall sama anak dan isteri.

Nah, kali ini saya merangkum pemikiran beberapa artikel lama mengenai cara menumbuhkan kebiasaan menulis bagi kawan-kawan blogger pemula. Tapi yang sudah lama ngeblog pun boleh kok kalau mau mengkritisi pernyataan ini. Apa saja 10 hal tersebut. Ini dia…

  1. Jangan takut menulis menurut cara Anda sendiri.

Terkadang Anda harus cuek terhadap komentar miring para pembaca yang mencoba mengintimidasi Anda dengan opini yang subyektif dan terkesan individualis. Misalkan dia menyarankan cara menulis menurut si A bagus, si B jelek dan seterusnya. Saat menghadapi keadaan demikian, saya ingin Anda berani berkata: “Tulisan ini gue banget gitu loh…!”

  1. Hindari membandingkan kemampuan diri dengan yang lain.

Setiap orang punya jalan yang berbeda-beda dalam mencapai kesuksesan. Ada yang mampu berkembang secara cepat dan konsisten melangkah. Ada pula yang berprinsip alon-alon pokoke kelakon. Sawang sinawang dalam ngeblog hanya bikin makan hati dan menyebabkan otak stress. Terus satu hal lagi, kesuksesan untuk orang lain bukan berarti kegagalan bagi Anda. Nggak boleh syirik ya! Terima dan syukuri apapun yang Anda miliki saat ini.

  1. Temukan keunikan Anda.

Saat mengetahui blog sebelah sukses menerbitkan artikel marketing dengan limpahan pujian dan sanjungan, apakah lantas hal ini menjadikan Anda ikut-ikutan membahas marketing? Boleh saja jika memang Anda berkompeten di bidang tersebut. Jika tidak, mending nulis hal lain yang memang Anda kuasai. Kalaupun tidak ada respons dari pembaca ya nggak masalah. Inilah saatnya menciptakan market tersendiri sesuai ‘dunia’ Anda.

  1. Jangan tergesa-gesa saat menulis.

Sudah buat blog tapi bingung mau nulis apa? Tenang, jangan keburu pasang jurus seribu bayangan. Ambil break sebentar nggak melanggar hukum kok. Luangkan waktu untuk jalan-jalan keluar sekedar berkenalan dengan tetangga baru (kali aja dapat nomer HP-nya) Biarkah pikiran Anda lebih tenang dan siap menjelang ide-ide segar untuk dituangkan ke dalam tulisan.

  1. Bagikan pengalaman sehari-hari dengan orang lain.

Anda punya suami, isteri, sahabat karib dan orang-orang terdekat lainnya? Coba bagi sedikit peristiwa yang Anda alami selama sehari kepada mereka. Lalu amati respons yang diberikan. Hal ini setidaknya menjadi gambaran apakah topik yang Anda bahas cukup menarik perhatian kalau diterbitkan dalam blog. Kalau malu ngomong face to face, manfaatkan saja situs jejaring sosial. Mudah kan!

  1. Pegang teguh prinsip Anda.

Tidak semua pengunjung blog berasal dari komunitas yang sama dengan Anda. Ada yang berasal dari dunia penulis, pemasar, desainer, pelajar atau mahasiswa, ibu rumah tangga dan banyak latar belakang lain. Sehingga tarik-menarik kepentingan lintas kelompok sangat mungkin terjadi. Situasi ini memang tidak mengenakkan. Namun dapat segera Anda atasi kalau Anda punya prinsip yang kokoh dan tidak mudah terbawa arus.

  1. Jangan boros waktu dan uang.

Internet memang asyik dan akan tetap mengasyikkan. Kalau sudah duduk depan laptop sampai-sampai nggak tahu pergantian siang dan malam. Apalagi kalau terjebak gangguan-gangguan yang menyenangkan, ibaratnya waktu 24 jam sudah seperti 1 jam saja. Untuk itu perlu membuat skala prioritas agar paket internet unlimited Anda benar-benar membawa manfaat bagi aktifitas ngeblog.

  1. Perluas pengetahuan.

Cara yang paling umum dilakukan adalah dengan membaca buku, baik buku cetak maupun buku elektronik (ebook). Kegiatan ini nggak butuh banyak dana. Sekarang banyak free ebook beredar di internet, baik berbahasa Indonesia maupun bahasa asing. Banyak juga buku diskon yang tersedia di TB Gramedia. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan topik pilihan dan cara belajar Anda.

  1. Bergabung dalam sebuah komunitas.

Banyak komunitas blogger didirikan. Baik offline maupun online. Misalnya Tugu Pahlawan Comunity, Kawanua dan Otodidak.info Lalu banyak juga forum diskusi yang dijalankan berbasis layanan yahoogroup. Misalnya Forum Lingkar Pena (FLP), Forum Detiknet, Bisnis Halal dan lain-lain. Interaksi dengan kawan-kawan yang ‘sepaham’ lebih banyak memberi manfaat dalam ide menulis maupun motivasi diri.

  1. Praktek menulis setiap hari.

Practice makes perfect. Dengan latihan yang teratur, sedikit demi sedikit akan terbentuk kemampuan menulis secara alami. Semudah itukah menjalankannya? Prakteknya nggak gampang. Butuh waktu dan kesabaran ekstra. Tapi banyak untungnya kalau Anda bisa menulis tiap hari. Setidaknya Anda nggak perlu dana tambahan untuk menyewa jasa penulis bayangan.

Teknik Menulis Cepat ala Edy Zaqeus

Teknik Menulis Cepat ala Edy Zaqeus

Dalam proses ini Anda dituntut mampu menjaga keselarasan dan konsistensi penuangan gagasan dan menyelesaikan draft artikel dengan cepat. Hal ini penting supaya artikel yang Anda tulis mampu menyajikan tulisan yang lengkap, tidak melompat-lompat, alur pemikiran terstruktur meskipun pada awalnya hanya berupa sekumpulan coret-coretan.

Just Let It Flow…!

Tak perlu takut salah menulis. Tak perlu mengkoreksi tulisan terlalu dini. Juga tak perlu ragu kalau tulisan kita nanti menyalahi pedoman menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. Anda cukup membiarkan jari-jari menari di atas keyboard secara spontan sampai pikiran Anda merasa plong dan unek-unek telah dikeluarkan seluruhnya.

Karena sifatnya dilakukan secara cepat, maka aktifitas ini tidaklah membebani pikiran Anda. Coretan-coretan dalam draft kasar dapat disikapi secara kreatif. Jika poin-poin yang Anda tulis cukup detail tiap paragraf, maka pengembangan ide dapat dilakukan relatif cepat dan mudah. Saat Anda berhasil menyelesaikan satu paragraf, saya yakin Anda akan semakin semangat menyelesaikan paragraf-paragraf berikutnya.

Hindari Yang Berikut Ini…

Namun ada beberapa hal yang perlu Anda hindari agar proses menulis cepat dapat berlangsung efektif. Diantaranya adalah:

Hindari penulisan link sumber data atau referensi saat itu juga. Anda bisa mengedit URL sumber data beberapa saat sebelum publish.

Kalau memang tulisan cepat menghasilkan artikel yan tidak memiliki koherensi (keterkaitan ide antar paragraf), maka jangan buru-buru diedit saat menulis.

Proses editting dan pengayaan dapat dilakukan saat keseluruhan paragraf telah berhasil ditulis.

Menurut fleksibilitas dan kemudahan prakteknya, teknik ini cocok diterapkan bagi Anda yang super sibuk namun tetap bersemangat meng-update artikel blog. Di satu sisi Anda bisa menuangkan letupan-letupan ide yang mendesak, di sisi lain Anda juga menyelesaikan satu tugas wajib seorang blogger.

Jadi, saat menemukan sekilat ide harus secepatnya ditangkap walaupun tengah serius bekerja. Ambil jeda sebentar dan wujudkan ide menjadi tulisan. Bila hal ini sering Anda lakukan, saya yakin nggak ada yang namanya blog telat postin seminggu.